http://www.ziddu.com/download/3492528/PP8_2009.pdf.html
http://www.ziddu.com/download/3492594/Lamp_PP8_2009.pdf.html
Perubahan gaji PNS 2009
Posted in 1 dengan kaitan (tags) gaji on Kamis, 12 Februari 2009 by sumarmanPROSES PENCIPTAAN MANUSIA
Posted in Manusia dengan kaitan (tags) Add new tag, Penciptaan on Jumat, 12 September 2008 by sumarmanA. PENCIPTAAN ADAM (LAKI-LAKI)
QS. 003 Ali Imran : 59
Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, Kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), Maka jadilah Dia”.
QS. 007 Al-A’raaf : 11
Sesungguhnya kami Telah menciptakan kamu (Adam), lalu kami bentuk tubuhmu, Kemudian kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
B. PENCIPTAAN SITI HAWA (PEREMPUAN)
QS. 004 An-Nisaa’ : 1
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu.
QS. 007 Al-A’raaf : 189
Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami terrmasuk orang-orang yang bersyukur”.
QS. 016 An-Nahl : 72
Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?”
QS. 030 Ar-Ruum : 21
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
QS. 039 Az-Zumar : 6
Dia menciptakan kamu dari seorang diri Kemudian dia jadikan daripadanya isterinya dan dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. tidak ada Tuhan selain Dia; Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?
QS. 053 An-Najm : 45
Dan bahwasanya dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.
QS. 075 Al-Qiyaamah : 39
Lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan.
QS. 078 An-Naba’ : 8
Dan kami jadikan kamu berpasang-pasangan,
C. PENCIPTAAN ISA
QS. 003 Ali Imran : 59
Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, Kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), Maka jadilah Dia.
QS. 004 An-Nisaa’ : 171
Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari Ucapan itu). (itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. cukuplah Allah menjadi Pemelihara.
D. PENCIPTAAN MANUSIA PADA UMUMNYA
QS. 007 Al-A’raaf : 172
Dan (ingatlah), ketika kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (dan kami katakan kepada mereka): “Peganglah dengan teguh apa yang Telah kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa”.
QS. 016 An-Nahl : 4
Dia Telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.
QS. 018 Al-Kahfi : 37
Kawannya (yang mukmin) Berkata kepadanya – sedang dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes air mani, lalu dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?
QS. 022 Al-Hajj : 5
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya kami Telah menjadikan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes mani, Kemudian dari segumpal darah, Kemudian dari segumpal daging yang Sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, Kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, Kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya Telah diketahuinya. dan kamu lihat bumi Ini kering, Kemudian apabila Telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
QS. 023 Al-Mu’minuun : 13 & 14
13. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
14. Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.
QS. 030 Ar-Ruum : 20
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan kamu dari tanah, Kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
QS. 035 Faathir : 11
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari air mani, Kemudian dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.
QS. 036 Yaa Siin : 77
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa kami menciptakannya dari setitik air (mani), Maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!
QS. 040 Al-Mu’min : 67
Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, Kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, Kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), Kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).
QS. 053 An-Najm : 46
Dari air mani, apabila dipancarkan.
QS. 075 Al-Qiyaamah : 37 & 38
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim);
Kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya,
QS. 076 Al-Insaan : 2
Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[1535] yang kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), Karena itu kami jadikan dia mendengar dan Melihat.
[1535] Maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan.
QS. 080 ‘Abasa : 19
Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.
QS. 086 Ath-Thaariq : 7
Yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.
QS. 096 Al-‘Alaq : 2
Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
WHO IS GOD?
Posted in Tuhan dengan kaitan (tags) Add new tag, God on Kamis, 11 September 2008 by sumarman(The only way to know) God is understanding of the integrated universe
So, we will find that every thing is hanged on God’s hand
God never be add and never be less
No thing in this universe is like God
So…..
If you search God from science, you will find A Scientist God.
If you search God from religion, you will find A Religious God.
If you search God from universe, you will find A Universal God.
If you never search God, you will find no thing about God.
wrote by Sumarman, S.Ag
UMUR MANUSIA
Posted in Manusia on Jumat, 5 September 2008 by sumarmanUmur merupakan salah satu nikmat yang harus kita syukuri sehingga hidup kita di dunia ini dapat menjadi rahmat bagi alam semesta dan mendapat keridhoan Allah SWT. Tema tersebut, saya ambil berdasarkan adanya keinginan pada banyak manusia (termasuk ummat Islam) yang berkeinginan agar umurnya diperpanjang oleh Allah SWT, sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya QS. AL-BAQARAH : 96 sebagai berikut:
Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Berdasarkan pada ayat tersebut di atas, marilah kita kaji lebih lanjut. Kenapa manusia menginginkan umur yang lebih panjang. Dari hasil kajian sementara kami, kami telah menemukan beberapa sebab sebagai berikut:
1. Manusia lebih cenderung mencintai kehidupan di dunia dari pada di akhirat, karena itu manusia ingin dapat hidup selamanya di dunia dan menganggap bahwa kematian adalah musibah terbesar yang mereka terima.
2. Untuk mendapatkan kenikmatan dunia tersebut, maka manusia sangat menghargai waktu, hal tersebut dapat kita lihat dari beberapa kata hikmah yang telah mereka buat seperti: “time is money (waktu adalah uang)”, “time is gold (waktu adalah emas)”, al-waqtu ka as-saif in lam taqtha’hu qatha’aka (waktu itu bagaikan pedang, jika tidak kamu pergunakan untuk memotong maka ia yang akan memotongmu)”.
3. Keinginan yang berlebihan untuk memiliki (kecintaan) manusia pada sesuatu atau seseorang, menyebabkan manusia enggan untuk berpisah dengan apa yang dia anggap telah dia miliki.
4. Dan masih banyak lagi penyebab-penyebab lainnya, yang dapat jama’ah sekalian cari, baik secara bersama-sama dalam sebuah pengajian maupun mencarinya sendiri.
Tahukah jama’ah sekalian, apa yang akan terjadi seandainya Allah berkenan mengabulkan permintaan manusia agar dipanjangkan umurnya. Untuk itu, marilah kita simak dengan seksama firman Allah SWT dalam QS. YAASIIN : 68 berikut ini:
Dan barangsiapa yang kami panjangkan umurnya niscaya kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?
Apakah yang dimaksud oleh Allah dengan “kami kembalikan dia kepada kejadian(nya)” dalam ayat tersebut di atas, untuk itu marilah kita perhatikan lagi pada firman Allah SWT dalam QS. AN-NAHL : 70 sebagai berikut:
Allah menciptakan kamu, Kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Kuasa.
Untuk lebih jelasnya lagi, marilah kita pelajari dengan hati yang ikhlas firman Allah SWT dalam QS. AL-HAJJ : 5 sebagai berikut:
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya kami Telah menjadikan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes mani, Kemudian dari segumpal darah, Kemudian dari segumpal daging yang Sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, Kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, Kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya Telah diketahuinya. dan kamu lihat bumi Ini kering, Kemudian apabila Telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
Berdasarkan pada ayat-ayat tersebut di atas, maka nyatalah bagi kita bahwa permintaan agar umur kita diperpanjang oleh Allah SWT, tidaklah mendatangkan kebaikan bagi kita, tapi malah sebaliknya. Karena, manusia yang berumur panjang adalah manusia yang pikun, manusia yang lemah, dan manusia yang memiliki tingkat ketergantungan yang sangat tinggi kepada manusia yang lain. Dan terkadang, dianggap sebagai beban oleh kaum kerabat kita sendiri, sehingga muncullah di benak mereka ide untuk membentuk Panti Jompo, tempat di mana manusia-manusia yang berumur panjang berkumpul. Bahkan, kita sering mendengar pelesetan kepanjangan dari BALITA yaitu Bayi Limapuluh Tahun. Apakah itu yang kita inginkan?
Allah telah berfirman dalam QS. FAATHIR : 11 sebagai berikut:
Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.
Dan firman Allah SWT dalam QS. ALI IMRAN : 145 sebagai berikut:
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang Telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Dan firman Allah SWT dalam QS. YUNUS : 11 sebagai berikut:
Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, Pastilah diakhiri umur mereka. Maka kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka.
Oleh karena itu waspadalah dengan umur yang telah Allah SWT berikan kepada kita,
HIDUP HANYA SEKALI, HIDUPLAH YANG BERARTI!.
Dalam QS. AL-AN’AAM : 60 Allah berfirman:
Dan dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, Kemudian dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang Telah ditentukan[481], Kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.
Dalam QS. FAATHIR : 37 Allah SWT telah memberikan peringatan kepada kita tentang apa yang harus kita perbuat dengan umur kita, sebagai berikut:
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang Telah kami kerjakan”. dan apakah kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
Oleh karena itu, isilah hidup kita ini dengan berfikir. Fikirkan segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, minimal sebagaimana yang terdapat dalam QS. Ar-Rahman.
FASTABIQUL KHAIRAT
KHALIFAH ALLAH
Posted in Manusia dengan kaitan (tags) Allah, Bumi, khalifah, manusia on Kamis, 24 April 2008 by sumarmanIngatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”
mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”
Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
QS. Al-Baqarah (2) : 30
Pada awal kejadian manusia, Nabi Adam AS adalah satu-satunya penguasa yang telah ditunjuk oleh Allah SWT dan di tempatkan di planet bumi sebagai wilayah kekuasaannya. Seiring dengan perkembangbiakan dan penyebaran manusia di muka bumi dari waktu ke waktu, sehingga sampailah pada jaman sekarang, di mana begitu banyak khalifah (penguasa) dan bumi pun telah terbagi-bagi menjadi begitu banyak bagian dengan batas wilayahnya masing-masing.
Selanjutnya, wilayah negara pun kemudian kembali dibagi lagi menjadi beberapa provinsi, tiap-tiap wilayah provinsi kembali dibagi manjadi beberapa kabupaten, tiap-tiap wilayah kabupaten kembali dibagi menjadi beberapa kecamatan, tiap-tiap wilayah kecamatan dibagi menjadi beberapa kelurahan/desa, tiap-tiap wilayah kelurahan/desa dibagi menjadi beberapa rukun warga, tiap-tiap rukun warga dibagi menjadi beberapa rukun tetangga, tiap-tiap rukun tetangga dibagi menjadi beberapa kapling tanah, tiap-tiap kapling tanah dibagi menjadi beberapa rumah, dan akhirnya tiap-tiap rumah dibagi menjadi beberapa kamar.
Akhirnya, manusia pada dasarnya benar-benar menjadi penguasa hanya sebatas pada dinding kamarnya sendiri, begitu dia keluar dari kamarnya dia harus mengikuti aturan yang dibuat oleh penguasa yang lebih tinggi darinya yaitu kepala keluarga, begitu dia keluar dari rumah dia harus mengikuti aturan yang dibuat oleh penguasa yang lebih tinggi lagi yaitu ketua rukun tetangga, dan pada akhirnya begitu dia keluar dari bumi (meninggal dunia) dia harus mengikuti aturan yang dibuat oleh Allah SWT, Tuhan yang telah menciptakan alam beserta segala isinya.
WAJAH MANUSIA
Posted in Manusia dengan kaitan (tags) Add new tag, berbangsa-bangsa, bersuku-suku, kiblat, Wajah on Kamis, 24 April 2008 by sumarmanHai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Maha Suci Allah SWT yang telah menciptakan langit dan bumi serta apa yang berada di antara keduanya dengan hikmah (QS. 3 Ali ‘Imran : 191 dan QS. 38 Shaad : 27). Begitu pula halnya dengan manusia yang diciptakan dalam bentuk yang sangat sempurna (QS. 95 At-Tiin : 4). “dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (QS. 51 Adz-Dzaariyaat : 21). “Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya,” (QS. 79 An-Naazi’aat : 27)
Untuk itu dalam kesempatan ini yang berbahagia ini, saya ingin mengajak jama’ah sekalian untuk mengkaji ciptaan Allah yang paling sempurna ini, dengan membatasi diri dengan segala keterbatasan yang ada yaitu hanya pada kajian tentang wajah.
Perlu jama’ah sekalian ketahui, bahwa terdapat 78 ayat dalam al-Qur’an yang di dalamnya disebutkan kata “وجه”, di mana Allah SWT telah menjelaskan kepada kita dengan sejelas-jelasnya tentang raut muka yang kita miliki selama ini, namun sedikit sekali di antara kita yang menyadari betapa pentingnya wajah yang telah Allah SWT berikan kepada kita.
Dari hasil pengkajian sementara yang telah saya lakukan selama ini, ditemukan beberapa fungsi dari wajah kita ini, di antaranya adalah:
1. Dengan wajah, Allah SWT telah menciptakan manusia menjadi bersuku-suku dan berbangsa-bangsa (QS. 49 Al-Hujuraat : 13).
Di antaranya adalah:
a. Dari bentuk wajah, mulai dari yang persegi sampai yang bulat.
b. Dari bentuk bibir, mulai dari yang tipis sampai yang tebal.
c. Dari bentuk hidung, mulai dari yang pesek sampai yang mancung.
d. Dari bentuk dahi, mulai dari yang sempit sampai yang lebar.
e. Dari bentuk mata, mulai dari yang sipit sampai yang melotot.
f. Dari bentuk telinga, mulai dari yang kecil sampai yang besar.
g. Dari bentuk rahang, mulai dari yang persegi sampai yang lancip.
h. Dari bentuk dagu, mulai dari yang menyatu sampai yang berbelah.
i. Dari bentuk alis, mulai dari yang tipis sampai yang tebal.
j. Dari bentuk bulu mata, mulai dari yang lentik sampai yang tak beraturan.
k. Dari bentuk pipi, mulai dari yang kempot sampai yang tembem.
l. Dari jumlah bulu, mulai dari yang tak berbulu sampai yang berbulu lebat.
2. Dengan adanya perbedaan wajah, maka kita dapat mengenal dan dapat membedakan manusia antara yang satu dengan yang lainnya (QS. 49 Al-Hujuraat : 13).
Cukup dengan melihat raut wajah seseorang kita sudah dapat menentukan orang tersebut adalah orang asing atau orang yang sudah kita kenal, dengan demikian kita dapat memposisikan diri kita ketika berada di sekitarnya.
Cukup dengan melihat raut wajah seseorang kita sudah dapat menentukan bangsa orang tersebut, apakah dia orang Arab? Atau orang India? Atau orang Cina? Atau orang Jepang? Atau orang Rusia? Atau orang Inggris? Atau orang Perancis, dan sebagainya. Dengan demikian, kita dapat menentukan bahasa dan budaya apa yang harus kita gunakan untuk beradaptasi dengannya.
3. Dengan melihat mimik muka, kita dapat mengetahui apa yang sedang dirasakan oleh seseorang, misalnya ketika dia sedang serius memperhatikan sesuatu (QS. 012 Yusuf : 9), ketika ia sedang marah, sedih dan malu (QS. 016 An-Nahl : 58 dan QS. 043 Az-Zukhruf : 17), ketika hatinya sedang gundah (QS. 017 Al-Israa’ : 7), ketika ia tidak sependapat dengan kita (QS. 022 Al-Hajj : 72 dan QS. 039 Az-Zumar : 24), ketika ia sedang kaget dan malu (QS. 051 Adz-Dzaariyaat : 29), ketika ia sedang senang (QS. 083 Al-Muthaffifiin : 24), dan masih banyak lagi perasaan-perasaan yang dapat terungkap dari mimik muka seseorang.
4. Dengan memalingkan wajah ke arah kiblat, kita dapat berkomunikasi dengan Allah SWT secara khusu’, baik pada saat kita melaksanakan perintah shalat (QS. 002 Al-Baqarah : 144, QS. 002 Al-Baqarah : 148, QS. 007 Al-A’raaf : 29, QS. 010 Yunus : 105, QS. 020 Thaahaa : 111, QS. 030 Ar-Ruum : 30, QS. 030 Ar-Ruum : 43) maupun pada saat kita keluar/datang dari suatu tempat menuju ke tempat yang lain (QS. 002 Al-Baqarah : 149, QS. 002 Al-Baqarah : 150, QS. 028 Al-Qashash : 22).
5. Dengan wajah, kita dapat menangkap sinyal-sinyal Allah di mana pun kita berada (QS. 002 Al-Baqarah : 115, QS. 002 Al-Baqarah : 150, QS. 006 Al-An’aam : 79, ).
6. Dengan wajah, para malaikat dapat membedakan antara penghuni surga dan penghuni neraka (QS. 003 Ali ‘Imran : 106, ) yaitu:
a. Manusia yang bertaqwa yang akan menjadi penghuni surga, raut wajahnya putih berseri-seri tidak tertutup oleh debu hitam dan tidak pula mendapat kehinaan (QS. 048 Al-Fath : 29, QS. 003 Ali ‘Imran : 107, QS. 010 Yunus : 26, QS. 075 Al-Qiyaamah : 22, QS. 080 ‘Abasa : 38, dan QS. 088 Al-Ghaasyiyah : 8); dan
b. manusia yang kafir yang akan menjadi penghuni neraka, raut wajahnya hitam muram tertutup oleh debu hitam dari api neraka, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita, mereka menggunakan pakaian dari ter (aspal) dan wajahnya menghadap ke belakang (QS. 004 An-Nisaa’ : 47, QS. 010 Yunus : 27, QS. 014 Ibrahim : 50, QS. 033 Al-Ahzab : 66, QS. 039 Az-Zumar : 60, QS. 067 Al-Mulk : 27, QS. 075 Al-Qiyaamah : 24, QS. 080 ‘Abasa : 40, dan QS. 088 Al-Ghaasyiyah : 2). Wajah yang hitam tersebut, disebabkan oleh pukulan malaikat pada muka dan punggung mereka dengan api neraka ketika nyawanya dicabut (QS. 008 Al-Anfaal : 50, QS. 021 Al-Anbiyaa’ : 39 dan QS. 047 Muhammad : 27). Sepanjang perjalanan ke neraka, mereka akan diseret dengan mukanya menghadap ke bawah dan dalam keadaan cacat (buta, bisu dan tuli) dan setibanya di neraka muka mereka akan disungkurkan ke dalam api neraka (QS. 017 Al-Israa’ : 97, QS. 023 Al-Mu’minun : 104, QS. 025 Al-Furqaan : 34, QS. 027 An-Naml : 90, QS. 054 Al-Qamar : 48 dan QS. 067 Al-Mulk : 22,), ketika mereka meminta minuman, mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan mukanya (QS. 018 Al-Kahfi : 29).
7. Dengan wajah, kita dapat mengetahui sudah berapa banyak pahala dan dosa yang telah kita lakukan. Untuk itu, tentunya kita harus menjadikan wajah sebagai indikator pahala dan dosa, dengan berpatokan bahwa semakin banyak orang yang tersenyum berarti semakin banyak pahala kita, dan semakin banyak orang yang cemberut berarti semakin banyak dosa kita.
8. Dengan mimik muka, kita dapat berkomunikasi dengan siapa pun (bahkan dengan makhluk lain selain manusia) tentang apa yang kita inginkan, meskipun kita sama sekali tidak dapat memahami bahasa yang mereka gunakan, karena mimik muka merupakan salah satu bahasa isyarat tubuh (body language) yang berlaku secara universal (bagi seluruh makhluk).
9. Dengan mimik muka, kita juga dapat mengidentifikasi kesehatan seseorang, yaitu ketika dia tersenyum berarti kondisi jasmaninya dalam keadaan baik, dan ketika dia meringis berarti ada bagian dari tubuhnya yang kondisinya tidak baik. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.
Perumpamaan orang-orang yang mu’min dalam saling cinta mencintai dan salih kasih mengasihi itu adalah bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggota merasa sakit, maka terbawa-bawa pula yang lainnya dengan ikut merasakan panas badan terus melek (terjaga). HR. Bukhari dan Muslim.
Dengan mengetahui fungsi wajah tersebut di atas, maka tidak heran pada saat sekarang banyak sekali upaya-upaya yang dilakukan oleh manusia untuk merubah beberapa bagian pada wajahnya dengan tujuan agar nasibnya pun ikut berubah. Bahkan tidak sedikit istilah-istilah yang dipergunakan yang berkaitan dengan wajah, dari istilah-istilah yang bermakna baik seperti senam wajah, rias wajah, sketsa wajah, dan lain-lain, sampai istilah-istilah yang bermakna jelek seperti cari muka dan bermuka dua. Selain dari pada itu, tidak sedikit pula peralatan-peralatan yang telah dibuat oleh manusia dalam rangka merubah wajahnya, mulai dari peralatan yang berukuran besar seperti meja tiolet sampai ke peralatan yang paling kecil seperti bulu mata palsu. Bahkan hampir di setiap super market telah tersedia stand khusus yang menjual berbagai macam ragam peralatan dari berbagai macam merek yang berfungsi untuk merubah wajah.
Padahal dengan sangat jelas Allah SWT telah berfirman bahwa “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. 95 At-Tiin : 4) dan pada ayat yang lain “…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. 2 Al-Baqarah : 216) dan “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. 4 An-Nisaa’ : 147). Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. 14 Ibrahiim : 7).
Demikianlah, sembilan fungsi di antara sekian banyak fungsi wajah yang telah kita ketahui bersama. Untuk itu, marilah kita kaji dan kaji lagi lebih dalam tentang hikmah-hikmah di balik ciptaan Allah yang sedemikian banyaknya. Karena, bukan kah yang seperti itu yang telah diperintah oleh Allah SWT kepada kita semua, melalui firman-firmanNya dengan redaksi: تعقلون sebanyak 24 ayat, تتفكرون sebanyak 3 ayat, تتذكرون sebanyak 20 ayat, ذكّر sebanyak 6 ayat, تنظرون sebanyak 4 ayat dan masih banyak lagi redaksi-redaksi lainnya yang memerintahkan kita untuk menggunakan akal fikiran kita.
Sehingga, andaikan seluruh pohon di muka bumi ini dijadikan pena dan seluruh air di lautan dijadikan tinta, maka tak akan cukup untuk menulis nikmat-nikmat Allah SWT tersebut (QS. 18 Al-Kahfi : 109 dan QS. 31 Luqman : 27).
Sekedar untuk mengingatkan, berikut firman Allah SWT pada QS. 2 Al-Baqarah : 177:
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.