UMUR MANUSIA
Umur merupakan salah satu nikmat yang harus kita syukuri sehingga hidup kita di dunia ini dapat menjadi rahmat bagi alam semesta dan mendapat keridhoan Allah SWT. Tema tersebut, saya ambil berdasarkan adanya keinginan pada banyak manusia (termasuk ummat Islam) yang berkeinginan agar umurnya diperpanjang oleh Allah SWT, sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya QS. AL-BAQARAH : 96 sebagai berikut:
Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Berdasarkan pada ayat tersebut di atas, marilah kita kaji lebih lanjut. Kenapa manusia menginginkan umur yang lebih panjang. Dari hasil kajian sementara kami, kami telah menemukan beberapa sebab sebagai berikut:
1. Manusia lebih cenderung mencintai kehidupan di dunia dari pada di akhirat, karena itu manusia ingin dapat hidup selamanya di dunia dan menganggap bahwa kematian adalah musibah terbesar yang mereka terima.
2. Untuk mendapatkan kenikmatan dunia tersebut, maka manusia sangat menghargai waktu, hal tersebut dapat kita lihat dari beberapa kata hikmah yang telah mereka buat seperti: “time is money (waktu adalah uang)”, “time is gold (waktu adalah emas)”, al-waqtu ka as-saif in lam taqtha’hu qatha’aka (waktu itu bagaikan pedang, jika tidak kamu pergunakan untuk memotong maka ia yang akan memotongmu)”.
3. Keinginan yang berlebihan untuk memiliki (kecintaan) manusia pada sesuatu atau seseorang, menyebabkan manusia enggan untuk berpisah dengan apa yang dia anggap telah dia miliki.
4. Dan masih banyak lagi penyebab-penyebab lainnya, yang dapat jama’ah sekalian cari, baik secara bersama-sama dalam sebuah pengajian maupun mencarinya sendiri.
Tahukah jama’ah sekalian, apa yang akan terjadi seandainya Allah berkenan mengabulkan permintaan manusia agar dipanjangkan umurnya. Untuk itu, marilah kita simak dengan seksama firman Allah SWT dalam QS. YAASIIN : 68 berikut ini:
Dan barangsiapa yang kami panjangkan umurnya niscaya kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?
Apakah yang dimaksud oleh Allah dengan “kami kembalikan dia kepada kejadian(nya)” dalam ayat tersebut di atas, untuk itu marilah kita perhatikan lagi pada firman Allah SWT dalam QS. AN-NAHL : 70 sebagai berikut:
Allah menciptakan kamu, Kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Kuasa.
Untuk lebih jelasnya lagi, marilah kita pelajari dengan hati yang ikhlas firman Allah SWT dalam QS. AL-HAJJ : 5 sebagai berikut:
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya kami Telah menjadikan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes mani, Kemudian dari segumpal darah, Kemudian dari segumpal daging yang Sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, Kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, Kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya Telah diketahuinya. dan kamu lihat bumi Ini kering, Kemudian apabila Telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
Berdasarkan pada ayat-ayat tersebut di atas, maka nyatalah bagi kita bahwa permintaan agar umur kita diperpanjang oleh Allah SWT, tidaklah mendatangkan kebaikan bagi kita, tapi malah sebaliknya. Karena, manusia yang berumur panjang adalah manusia yang pikun, manusia yang lemah, dan manusia yang memiliki tingkat ketergantungan yang sangat tinggi kepada manusia yang lain. Dan terkadang, dianggap sebagai beban oleh kaum kerabat kita sendiri, sehingga muncullah di benak mereka ide untuk membentuk Panti Jompo, tempat di mana manusia-manusia yang berumur panjang berkumpul. Bahkan, kita sering mendengar pelesetan kepanjangan dari BALITA yaitu Bayi Limapuluh Tahun. Apakah itu yang kita inginkan?
Allah telah berfirman dalam QS. FAATHIR : 11 sebagai berikut:
Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.
Dan firman Allah SWT dalam QS. ALI IMRAN : 145 sebagai berikut:
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang Telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Dan firman Allah SWT dalam QS. YUNUS : 11 sebagai berikut:
Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, Pastilah diakhiri umur mereka. Maka kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka.
Oleh karena itu waspadalah dengan umur yang telah Allah SWT berikan kepada kita,
HIDUP HANYA SEKALI, HIDUPLAH YANG BERARTI!.
Dalam QS. AL-AN’AAM : 60 Allah berfirman:
Dan dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, Kemudian dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang Telah ditentukan[481], Kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.
Dalam QS. FAATHIR : 37 Allah SWT telah memberikan peringatan kepada kita tentang apa yang harus kita perbuat dengan umur kita, sebagai berikut:
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang Telah kami kerjakan”. dan apakah kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
Oleh karena itu, isilah hidup kita ini dengan berfikir. Fikirkan segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, minimal sebagaimana yang terdapat dalam QS. Ar-Rahman.
FASTABIQUL KHAIRAT