Manusia sebagai Khalifah Allah
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
QS. Al-Baqarah (2) : 30
Pada awal kejadian manusia, Nabi Adam AS adalah satu-satunya penguasa yang telah ditunjuk oleh Allah SWT dan di tempatkan di planet bumi sebagai wilayah kekuasaannya. Seiring dengan perkembangbiakan dan penyebaran manusia di muka bumi dari waktu ke waktu, sehingga sampailah pada jaman sekarang, di mana begitu banyak khalifah (penguasa) dan bumi pun telah terbagi-bagi menjadi begitu banyak bagian dengan batas wilayahnya masing-masing.
Selanjutnya, wilayah negara pun kemudian kembali dibagi lagi menjadi beberapa provinsi, tiap-tiap wilayah provinsi kembali dibagi manjadi beberapa kabupaten, tiap-tiap wilayah kabupaten kembali dibagi menjadi beberapa kecamatan, tiap-tiap wilayah kecamatan dibagi menjadi beberapa kelurahan/desa, tiap-tiap wilayah kelurahan/desa dibagi menjadi beberapa rukun warga, tiap-tiap rukun warga dibagi menjadi beberapa rukun tetangga, tiap-tiap rukun tetangga dibagi menjadi beberapa kapling tanah, tiap-tiap kapling tanah dibagi menjadi beberapa rumah, dan akhirnya tiap-tiap rumah dibagi menjadi beberapa kamar.
Akhirnya, manusia pada dasarnya benar-benar menjadi penguasa hanya sebatas pada dinding kamarnya sendiri, begitu dia keluar dari kamarnya dia harus mengikuti aturan yang dibuat oleh penguasa yang lebih tinggi darinya yaitu kepala keluarga, begitu dia keluar dari rumah dia harus mengikuti aturan yang dibuat oleh penguasa yang lebih tinggi lagi yaitu ketua rukun tetangga, dan pada akhirnya begitu dia keluar dari bumi (meninggal dunia) dia harus mengikuti aturan yang dibuat oleh Allah SWT, Tuhan yang telah menciptakan alam beserta segala isinya.